Podteks

Kumpulan Podcast Youtube

Saturday, March 14, 2026
Saturday, March 14, 2026

Podteks

Kumpulan Podcast Youtube

Finance

Prinsip Ekonomi Ferry Irwandi

**Kategori:** Bisnis & Keuangan

### Prinsipil Ekonomi Feri Irwandi: Bisnis Buku, Kesehatan, dan Motivasi di Era Digital

**1. Feri Irwandi: Produktivitas Ekstrem dan Tantangan Kesehatan**

Feri Irwandi mengungkap kebiasaan tidurnya yang minim, hanya 3 jam, bahkan kadang 1 jam, namun tubuhnya telah beradaptasi. Waktu ekstra ini dimanfaatkannya untuk produktivitas, seperti menulis buku. Feri juga berbagi tantangan kesehatan serius, yaitu kardiomiopati (penebalan dinding jantung) genetik, yang diperparah oleh lemak visceral. Kondisi ini membatasi aktivitas fisiknya dan membutuhkan obat penurun ritma jantung. Meskipun demikian, ia menemukan cara untuk mengelola stres dan meningkatkan kebugaran melalui aktivitas fisik yang terfokus, sekaligus menghadapi perjuangan pribadi dalam mengurangi kebiasaan merokok yang memicu stres dan detak jantung naik.

**2. Malakabooks: Menerbitkan Ekonomi yang Mudah Dicerna untuk Indonesia**

Terinspirasi oleh saran Raditya Dika tentang potensi bisnis buku sebagai “easy money”, Feri mendirikan Malakabooks. Ia melihat perputaran uang yang cepat dan potensi besar, terutama dengan penerbit sendiri. Buku pertamanya, “Prinsipil Ekonomi,” hadir sebagai kritik terhadap literatur ekonomi Indonesia yang dinilai terlalu formal dan tidak relevan. Feri menyajikannya dengan pendekatan personal, bahasa “lu-gua”, dan ilustrasi karyanya sendiri. Buku ini dimulai dengan konsep dasar seperti kelangkaan (scarcity) dan biaya peluang (opportunity cost) melalui contoh sehari-hari, sebelum membahas sejarah, mikro, makro, dan ekonomi terapan. Dengan penjualan 20.000 kopi dalam 42 hari, Feri tidak hanya meraih sukses komersial, tetapi juga menyoroti rendahnya minat baca di Indonesia, bahkan terhadap dokumen singkat sekalipun.

**3. Dilema Kreator: Menjaga Api Berkarya dan Menghadapi Ekspektasi Audiens**

Raditya Dika berbagi filosofi berkaryanya yang didorong oleh keinginan intrinsik untuk mengeksplorasi ide dan terus bertumbuh, bukan kompetisi. Ia bahkan melepaskan bisnis penerbitan untuk fokus pada hal yang lebih ia nikmati, seperti podcast dan stand-up. Sebaliknya, Feri mengakui kadang terpantik oleh pencapaian orang lain. Keduanya menyoroti tantangan menjadi kreator dengan banyak pengikut: asumsi audiens, misinterpretasi konten, dan beban mental akibat ekspektasi. Feri merasakan dampak kelelahan ini pada produktivitas kontennya. Namun, ia menemukan “Prinsipil Ekonomi” sebagai coping mechanism baru dan sumber tujuan yang memulihkan semangat. Raditya, meskipun telah mencapai kebebasan finansial, belum pensiun karena menemukan makna dan tujuan dalam aktivitas kreatifnya saat ini, menunjukkan bahwa tujuan bukan lagi semata soal uang. Feri sendiri bahkan sudah merencanakan buku manifesto ekonomi selanjutnya yang jauh lebih kompleks dan tidak berorientasi penjualan.

**Kesimpulan:**

Kisah Feri Irwandi dan dialognya dengan Raditya Dika memberikan gambaran mendalam tentang interaksi antara kesehatan pribadi, dorongan produktivitas, serta kompleksitas dunia bisnis dan kreasi di era digital. Dari perjuangan mengatasi masalah kesehatan hingga keberanian mendobrak batasan dalam penerbitan buku ekonomi, Feri menunjukkan bagaimana tantangan bisa diubah menjadi peluang. Sementara itu, pandangan Raditya Dika menegaskan pentingnya menemukan tujuan intrinsik dan ruang untuk terus bertumbuh, bahkan setelah mencapai titik puncak. Pelajaran berharga ini bukan hanya tentang bagaimana membangun bisnis atau berkarya, tetapi juga tentang bagaimana menemukan makna dan menjaga semangat di tengah laju perubahan yang cepat, serta bagaimana menghadapi ekspektasi audiens yang beragam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *