Podteks

Kumpulan Podcast Youtube

Saturday, March 14, 2026
Saturday, March 14, 2026

Podteks

Kumpulan Podcast Youtube

Entertainment

Alex Cooper Presents: A Grammy Special (ft. Rosé)

Kisah Jujur Rosé BLACKPINK: Perjalanan, Kerentanan, dan Arti Kebebasan di Balik Panggung K-Pop

Rosé BLACKPINK membuka diri tentang perjalanannya yang luar biasa, tantangan di balik layar ketenaran global, dan pencarian jati dirinya. Dari audisi yang mengubah hidup hingga sorotan panggung dunia, kisah Rosé menawarkan pandangan mendalam tentang realitas seorang idola K-Pop dan pentingnya kerentanan dalam seni serta kehidupan pribadi.

Perjuangan Awal dan Pembentukan Identitas
Perjalanan Rosé dimulai secara tak terduga ketika ayahnya mendorongnya untuk mengikuti audisi YG Entertainment. Tanpa pelajaran vokal formal, ia berhasil menjadi yang pertama dari ribuan peserta. Pada usia 15 tahun, Rosé pindah sendirian ke Korea, menghadapi guncangan budaya dan kehidupan pelatihan idola yang intensif dari pukul 11 pagi hingga 2 pagi setiap hari. Lingkungan yang minim privasi, dengan kenangan menangis diam-diam di kamar mandi, membentuk pemahamannya tentang hierarki dan sulitnya membangun kepercayaan. Ia mengungkapkan perjuangannya dalam menemukan identitas di antara persona panggungnya (Rosé) dan dirinya yang sebenarnya (Rosie), sering merasa “tidak cukup Korea” di negara asalnya.

Kerentanan dalam Musik dan Popularitas Global
Album solo Rosé menjadi wadah baginya untuk menjelajahi dan merangkul kerentanan. Ia mengibaratkan proses penulisan lagu sebagai jurnal pribadi, tempat ia bisa menuangkan emosi mentah. Lagu “Number One Girl” lahir dari momen depresi dan rasa tidak aman setelah membandingkan diri dengan orang lain dan membaca komentar daring yang meragukan karirnya. Rosé mengakui bahwa di balik citra “gadis sempurna” yang sering ia tampilkan, ada kebutuhan validasi yang manusiawi. Ketenaran juga berdampak pada kehidupan pribadinya, memaksanya untuk menjaga hubungan tetap rahasia demi melindungi orang yang dicintai. Ia bahkan pernah mengalami “fase nenek-nenek,” mengenakan wig dan pakaian ala lansia untuk berkencan tanpa dikenali. Rosé menyadari bahwa ia lebih nyaman berkencan dengan seseorang di industri yang bisa “mengerti” tantangan unik hidupnya.

Harapan dan Evolusi Karir
Masa jeda BLACKPINK untuk proyek solo para anggotanya adalah keputusan sehat yang memungkinkan mereka tumbuh sebagai individu. Rosé menekankan ikatan unik dalam grup mereka—bukan hanya rekan kerja, tetapi juga sahabat, saudara, dan keluarga—yang memberikan dukungan tak tergantikan. Nominasi Grammynya digambarkan sebagai “babak kedua” dalam hidupnya, sebuah pencapaian tak terduga yang mengisi harapannya. Rosé berencana untuk tur solo di masa depan, tetapi ingin membangun “dunia” yang solid dan memiliki lebih banyak musik sebelum melakukannya, agar tidak merasa terburu-buru dan dapat memberikan pengalaman yang euphoric bagi penggemar. Untuk masa depan, ia bermimpi menemukan kedamaian, inspirasi, dan kreativitas, terlepas dari jalannya—entah menjadi seperti Beyoncé atau bekerja di hotel. Rosé berharap media dan penggemar akan terus menerima kerentanannya, memungkinkan ia untuk berbagi lebih banyak tentang dirinya yang sejati.

TAGS: Rosé, BLACKPINK, K-Pop Idol, Kerentanan, Dampak Ketenaran
ID_KATEGORI: 6